Showing posts with label sain's. Show all posts
Showing posts with label sain's. Show all posts

Sembilan Tempat Paling Terpolusi di Dunia

Sembilan Tempat Paling Terpolusi di Dunia


Sungai Citarum di Jawa Barat ternyata masuk ke dalam daftar ini. Bagaimana tindakan kita?

Bumi dipenuhi oleh polusi yang disebabkan manusia. Ketika populasi Bumi mencapai 7 miliar, Huffington Posts mencoba mendaftarkan kota-kota paling berpolusi di seluruh dunia. Dari data itu, Anda bisa mengetahui kota di mana tingkat kematian lebih besar daripada kelahiran atau lokasi tempat 50 ribu orang meninggal karena polusi udara. Salah satu dari 9 kota tersebut adalah kota di Indonesia.
  1. Linfen, China. Kota ini merupakan kota paling berpolusi di seluruh dunia. Hidup di kota itu dalam sehari sama saja menghirup 3 pak rokok. Menurut Mother Nature Network, pakaian yang dijemur bahkan sudah hitam sebelum kering. Polusi di sana disebabkan asap mobil dan limbah industri.
  2. Los Angeles, Amerika Serikat. Menurut American Lung Association, polusi ozon paling banyak di kota yang terletak di California ini. California Air Resourches Board menyebutkan ada 18 ribu orang mati sebelum waktunya karena polusi udara.
  3. Niger Delta, Nigeria. Kalau dirata-rata, sepanjang tahun terjadi 300 tumpahan minyak di sini. Selama 50 tahun, sudah terjadi tumpahan minyak sebanyak 9 hingga 13 juta tong oil. Sungai dan kehidupan marga satwa di sana sudah rusak akibat terkontaminasi minyak. Sekitar 90 persen kebocoran minyak disebabkan oleh pencuri yang menjebol pipa, demikian menurut Shell.
  4. London, Inggris. Polusi udara di London disebabkan oleh kendaraan bermotor, pabrik, agrikultur, dan rumah tangga. Karena polusi udara, umur penduduk disana terpangkas sekitar 9 tahun dengan sekitar 50 ribu orang meninggal akibat polusi udara.
  5. Dzerzhinsk, Rusia. Antara 1930 hingga 1998, Dzerzhinsk merupakan tempat pembuangan 300 ribu ton limbah kimia sisa produksi senjata. Sebanyak 300 ribu orang terpapar oleh polusi akibat bahan kimia tersebut. Menurut Mother Nature Network, pada tahun 2003, tingkat kematian di kota ini lebih banyaj 260 persen ketimbang jumlah kelahiran.
  6. Phoenix, Amerika Serikat. Daerah Phoenix-Mesa-Scottsdale terpolusi oleh debu, jelaga, dan aerosol. Partikel polusi selalu ada sepanjang hari.
  7. Bandung, Indonesia. Citarum merupakan sungai paling berpolusi di Bumi. Padahal, sekitar 5 juta orang hidup di dekat sungai tersebut dan mengandalkan Sungai Citarum sebagai sumber air.
  8. La Oroya, Peru. Sekitar 35 ribu penduduk La Oroya merasakan dampak polusi timah, seng, tembaga, dan sulfur dioksida dari sebuah perusahaan pertambangan dan perikanan. Menurut Time, 99 persen anak-anak di sekitar pertambangan memiliki darah yang terpapar jauh dari level normal.
  9. Danau Karachay, Rusia. Tempat pembuatan senjata nuklir milik Rrusia ini membuat lokasi ini memiliki polusi radioaktif dengan level yang mematikan apabila seseorang terpapar selama 1 jam.
Sumber: Huffington Post
Foto: AP

Perbedaan Antara Otak Ekstrovert dan Introvert

Perbedaan Antara Otak Ekstrovert dan Introvert

Sedari dulu para ilmuwan mencoba meneliti bagaimana proses di otak mereka yang ekstrovert dan introvert.

otak(Thinkstock)
Mereka yang ekstrovert dan introvert memiliki cara pemrosesan di otak yang berbeda. Hasil penelitian yang dirilis oleh jurnal Frontiers in Human Neuroscience menemukan bahwa mereka yang ekstrovert akan lebih mengasosiasikan rasa bahagia pada lingkungan mereka.
Sedari dulu para ilmuwan mencoba meneliti bagaimana proses di otak mereka yang ekstrovert dan introvert. Peneliti menyimpulkan bahwa mereka yang ekstrovert menyukai pujian dan lebih berfokus pada wajah. Di sisi lain, mereka yang introvert sulit menerima terlalu banyak rangsangan dan lebih memperhatikan detail.
Yu Fu dan Richard Depue, ahli saraf dari Cornell University di New York, melakukan tes kepribadian pada mahasiswa baru. Partisipan mengkonsumsi ritalin, stimulan yang biasanya dipakai untuk menanggulangi gangguan akibat kurang perhatian atau malah hiperaktif (attention-deficit/hyperactivity disorder, atau ADHD). Ritalin merangsang munculnya dopamin yang memegang peran dalam motivasi. Sementara itu pada waktu yang sama partisipan menonton video.
Sesudahnya tim peneliti menguji bagaimana partisipan mengasosiasikan video dan lingkungannya serta hubungannya dengan dopamin yang terangsang Ritalin. Hasilnya efek Ritalin pada sistem dopamine tidak menjadi motivasi bagi mereka yang introvert. Ini berarti bahwa introvert memiliki pemrosesan yang berbeda mengenai apa ganjaran dari lingkungan dengan otak introvert lebih memikirkan apa yang ada dalam pikiran daripada motivasi eksternal. 
Penemuan ini menemukan hubungan antara sifat pribadi pada pemrosesan di sistem saraf manusia.
(Mohamad Takdir, Sumber: intisari-online.com, Huffington Post)

Kepadatan Populasi Harimau Sumatra yang Tak Terduga

Kepadatan Populasi Harimau Sumatra yang Tak Terduga

Tambling merupakan contoh lokasi konservasi yang memberikan harimau sumatra ini harapan tidak hanya sekadar pulih, namun berkembang biak.

harimau sumatra,riau,pelestarian,kucing besar sumatraHarimau sumatra di wilayah Riau (Tim riset harimau WWF dan PHKA)
Cukup jarang kita mendengar kabar gembira terkait sisa jumlah harimau liar di seluruh dunia. Namun pekan ini, Panthera, organisasi konservasi kucing besar global menyebutkan, dari sebuah survey awal yang mereka jalankan, terungkap adanya jumlah populasi harimau liar yang mengejutkan di kawasan timur Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), sebuah kawasan konsesi yang dikelola oleh swasta, di Sumatra.

Menurut Panthera dalam pernyataan resminya, kamera tersembunyi yang disebar telah berhasil mengungkap keberadaan kelompok harimau di pulau yang terkenal karena musnahnya hutan dan kehidupan liarnya itu.

Secercah harapan
Panthera memaparkan, data-data awal mengindikasikan kepadatan populasi mencapai enam ekor harimau per 100 kilometer persegi, hampir dua kali lipat dibandingkan dengan rata-rata kepadatan populasi harimau pulau tersebut. "Temuan ini, termasuk foto anak harimau yang terekam telah membuat Tambling, yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang sangat penting bagi dunia, memunculkan secercah harapan pada harimau Sumatra liar yang kini tersisa antara 400-500 ekor saja," sebut Panthera.

Tomy Winata, seorang pengusaha Indonesia, konservasionis, dan pendiri tempat pelestarian Tambling seluas 170 kilometer persegi, telah memimpin usaha konservasi harimau di kawasan tersebut sejak tahun 1996 dan baru-baru ini bekerjasama dengan Panthera untuk memasang kamera pemantau.

Menurut Alan Rabinowitz, pengamat harimau dan CEO Panthera, tingkat kepadatan luar biasa harimau di Tambling merupakan wujud nyata program yang dijalankan Tomy Winata, yang tidak hanya menyediakan pelestarian harimau, tetapi juga memberikan perlindungan bagi hewan ini. "Intinya, ancaman utama bagi harimau adalah perburuan. Perburuan bukanlah penyakit yang tidak bisa kita lihat atau identifikasi. Ia bisa diatasi jika ada keinginan untuk itu," ucap Rabinowitz.

Bermodalkan kebijakan tanpa ampun bagi perburuan, Tomy Winata dan timnya berhasil mengamankan kawasan yang cukup luas menggunakan sistem penegakan aturan yang efektif. Fakta ini, bersama dengan pemantauan dan ilmu pengetahuan yang baik, telah menelurkan hasil yang diinginkan; harimau kini beranak pinak. "Tambling merupakan contoh lokasi konservasi harimau yang memberikan harimau sumatra ini harapan tidak hanya sekadar pulih, namun berkembang biak," ucap Rabinowitz.

Dalam pernyataannya, Panthera menyebutkan, sebelum adanya upaya TWNC, harimau Tambling merupakan korban dari maraknya perburuan dan hilangnya habitat. "Akan tetapi, pemanfaatan patroli penegak hukum yang menjalankan upaya perlindungan yang ketat, serta menjaga habitat serta populasi mangsa harimau, memungkinkan Tambling muncul sebagai situs utama bagi harimau di Sumatra dan kawasan sekitarnya. Gerakan TWNC juga telah memberi manfaat pada komunitas nelayan lokal di mana Tomy Winata memberi dukungan pada warga setempat dengan peluang kerja, memberi kontribusi pada klinik kesehatan masyarakat, sekolah, beasiswa bagi murid-murid, dan lain-lain."

Mengembalikan alam
"Saya melakukan semua ini karena saya yakin bahwa alam telah menyediakan apapun yang kita butuhkan untuk bertahan dan tinggal di dunia ini, sayangnya banyak orang yang meraup keuntungan dari alam untuk kepentingan pribadi tanpa memberikan apapun sebagai imbal balik. Saya berharap, upaya konservasi kehidupan liar, hutan dan kesinambungan ekosistem ini bisa menjadi contoh bagi yang lain, sehingga bersama-sama kita bisa membantu menyelamatkan alam dan tidak melupakan dari mana kita berasal," sebut Winata dalam keterangan pers Panthera.

Robert Pickles, pakar kucing liar Panthera kini bekerjasama dengan tim TWNC untuk meningkatkan analisis kepadatan populasi ke kawasan utara TWNC dan mengimplementasikan analisis habitat ekstensif untuk mengetahui seberapa kuat ekosistem Tambling. Menurut Panthera, untuk memperluas jangkauan dan kemampuan proyek konservasi harimau Tambling, tim lapangan akan segera mengimplementasikan sebuah software monitoring yang disebut dengan SMART yang mampu melacak bukti-bukti aktivitas ilegal, mengevaluasi dan menerapkan upaya penegakan hukum dengan lebih baik. "Aktivitas lainnya yang akan digelar antara lain adalah membantu pemerintah daerah dengan penggambaran perbatasan kawasan dan menentukan ancaman tambahan serta solusi yang ada, di luar perburuan terhadap harimau, mangsa, dan habitat mereka," sebut Panthera.
(David Braun, Sumber: newswatch.nationalgeographic.com)

Ditemukan, Virus Terbesar yang Pernah Ada

Ditemukan, Virus Terbesar yang Pernah Ada


Virus pandora tidak berbahaya bagi manusia, malah memberikan keuntungan karena mengatur fitoplankton.

pandoravirusImaji dari partikel Pandoravirus yang berhasil ditangkap menggunakan mikroskop elektron. (Chantal Abergel and Jean-Michel Claverie/National Geographic News)
Ilmuwan baru saja menemukan virus terbesar dari yang pernah ditemukan. Virus pandora adalah nama bagi virus yang memiliki panjang satu mikron atau sekitar seperseribu milimeter. Ukurannya berbeda dengan genus virus pandora lainnya yang lebih kecil dengan ukuran umumnya sekitar 50 hingga 100 nanometer.
Selain memiliki ukuran yang besar, virus pandora juga memiliki ukuran DNA super yakni 2.500 gen dibanding dengan sepuluh gen yang biasa terdapat dalam virus kebanyakan. Sebelumnya, dunia mikrobiologi telah menemukan Mimivirus dengan ukuran 0,7 mikron dan menjadi virus ukuran besar pertama yang ditemukan.
Penulis studi Jean-Michel Claverie, seorang ahli mikrobiologi di  Universita Aix-Marseille, Prancis, dan seorang ahli mikrobiologi Chantal Abergel yang terlibat dalam penelitian ini, mengungkapkan, menyusul temuan tersebut, para ilmuwan memburu virus raksasa dalam endapan air. Dan benar saja mereka menemukan dua jenis, pertama Pandoravirus salinus, dari Sungai Tunquen di Chile, dan Pandoravirus dulcis dari kolam air tawar dekat Melbourne, Australia.
"Menemukan virus jenis baru yang sangat berbeda dari yang pernah ada,  meski cuma sekali dalam kurun waktu 50 tahun merupakan penemuan yang besar," kata Chantal Abergel.
Virus pandora baru ditemukan sekarang karena sebelumnya banyak ilmuwan yang masih menganggap bahwa semua virus berukuran kecil. "Ketika orang-orang melihat ke dalam sel dan mereka melihat sesuatu yang tidak memiliki dimensi yang tepat atau tidak memiliki aset biasa atau geometri, mereka tidak berpikir itu virus, mereka pikir itu merupakan beberapa jenis bakteri," kata Claverie.
Virus pandora sendiri telah ditemukan 13 tahun yang lalu. Tetapi para ilmuwan tidak memahami apa yang mereka lihat dan tidak mengira bahwa objek tersebut adalah virus. Virus pandora memiliki cara reproduksi yang aneh dan berbeda dari virus kebanyakan. Jika kebanyakan virus memulai sel baru dengan membangun "kotak" kosong dan mengisinya dengan DNA dari waktu ke waktu, virus pandora melakukan kedua proses pada saat yang sama dalam proses yang disebut oleh tim penelitian sebagai "merajut:"
Perbedaan lain yang paling mencolok adalah 93 persen dari 2.500 gen virus pandora tidak dapat ditelusuri keturunannya di alam. Dengan kata lain, mereka benar-benar asing bagi kita. Gen asing tersebut memberikan bukti "keberadaan kontroversial domain keempat kehidupan" --di samping bakteri, archaea, dan eukaryota.
Virus ini juga tidak berbahaya bagi manusia, malah memberikan keuntungan karena mengatur fitoplankton laut yang memproduksi setengah dari oksigen bagi planet kita dan juga membentuk basis rantai makanan. Secara keseluruhan, tim menyimpulkan dengan, penemuan virus menunjukkan selama ini pengetahuan dalam dunia mikrobiologi masih minim.
(Christine Dell'Amore National Geographic News)

Telisik Rahasia Kematian Manusia

Telisik Rahasia Kematian Manusia


Para peneliti kini terus mempelajari proses yang memengaruhi kematian sehingga bila mungkin dapat menginterupsi proses tersebut.

kematian,manusia,kunci kematianIlustrasi pengalaman mendekati kematian (Fotolia)
Kematian dipercaya sebagai rahasia Tuhan yang tidak pernah diketahui oleh makhluk manapun. Namun, para peneliti kini terus mempelajari proses yang memengaruhi kematian sehingga bila mungkin dapat menginterupsi proses tersebut.

Sebuah studi terbaru yang telah dipublikasikan dalam PLoS Biology mengungkap bahwa kematian pada organisme, termasuk manusia, menyebar seperti gelombang dari satu sel ke sel lain sampai organisme itu mati dan terjadi lebih lambat dari yang diduga.

Diberitakan ABC, Kamis (25/7/2013), peneliti menggunakan cacing sebagai obyek penelitian. Hewan ini memiliki mekanisme yang mirip dengan yang ada pada mamalia. 

Meski demikian, cacing memiliki kelebihan karena tanda-tanda kematiannya bisa dilihat. Tanda itu adalah pancaran sinar berwarna biru yang disebabkan oleh proses kematian sel atau nekrosis. Warna biru dihasilkan dari sebuah molekul bernama asam antranilat. Pancaran warna biru tergantung daru sinyal biokimia kalsium.

"Kami telah mengidentifikasi adanya jalur kimia yng menggambarkan terjadinya penghancuran diri sehingga menyebabkan kematian sel cacing. Jalur ini kami lihat sebagai pancaran sinar biru yang berkelana di sekujur tubuh," ujar David Gems dari Institute of Health Aging di University College London yang sekaligus memimpin studi ini.

"Pancaran ini seperti pencabut nyawa berwarna biru yang merunut kematian sel seiring kematian itu menyebar ke seluruh tubuh hingga organisme benar-benar mati," tambahnya.

Seluruh makhluk hidup tidak mati secara langsung. Kematian salah satu sel pada tubuh organisme akan menimbulkan suatu reaksi kimia yang menuntun terjadinya penghancuran komponen sel dan pembentukan debris molekuler.

Ilmuwan tidak mampu menghidupkan kembali sel-sel yang mati jika sel tersebut telah berusia tua atau sudah saatnya mengalami kematian. 

Namun, dalam studi yang dilakukan terhadap cacing, para peneliti mungkin saja mampu menghentikan jalur penyebaran sinyal biokimia kalsium maupun hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan penuaan. Ini menjadi kunci menunda kematian.

"Kami menemukan bahwa ketika menghalangi jalur ini, kami dapat menunda kematian yang disebabkan karena tekanan seperti infeksi. Namun kami tidak mampu menunda kematian yang disebabkan karena penuaan. Hal itu terjadi karena kematian akibat penuaan disebabkan oleh berbagai proses yang terjadi secara paralel," ujar Gems.

Gems juga menambahkan, penemuan ini memunculkan keraguan atas sebuah teori yang mengatakan bahwa penuaan hanyalah akumulasi dari kerusakan molekul. Meski begitu, penelitian yang memfokuskan pada peristiwa biologis selama penuaan dan kematian harus terus dilakukan agar para peneliti dapat menemukan celah untuk dapat menghalangi proses penuaan yang terjadi.
(Dyah Arum Narwastu, Sumber: Kompas.com)

Suara yang Membuat Otak Pintar

Suara yang Membuat Otak Pintar


Rangsangan dengan suara frekuensi tinggi ini bisa membantu mereka yang menderita penyakit neurodegeneratif, stroke, atau kesulitan belajar.

otak,penyakit,manusia(thinkstockphoto)
Merangsang otak dengan suara frekuensi tinggi bisa meroketkan kemampuan matematika sampai enam bulan kemudian. Sebuah penelitian yang dilakukan peneliti Oxford University menghasilkan kesimpulan bahwa stimulasi otak ini bisa membuat saraf di otak berfungsi lebih baik.
Rangsangan ini bisa membantu mereka yang menderita penyakit neurodegeneratif, stroke, atau kesulitan belajar. Transcranial random noise stimulation (TRNS) melibatkan beberapa suara elektrikal pada area tertentu di otak dengan bantuan elektroda yang ditempelkan di kepala. Metode baru ini tidak menyakitkan dan bersih.
Sebanyak 51 mahasiswa dari University of Oxford dibagi dalam dua kelompok. Satu menerima TRNS dan satu lagi tidak. Mereka harus mengerjakan soal matematika. Dr. Roi Cohen Kadosh, dari departemen psikologi eksperimental mengatakan bahwa rangsangan suara ini menunjukan perkembangan dalam fungsi kognitif dan otak secara keseluruhan.
Enam bulan setelah percobaan, TRNS terbukti meningkatkan kemampuan berhitung dan belajar. Kalau ini bisa lebih dikaji, maka bisa membantu dyscalculia, yakni kesulitan belajar aritmetika yang mempengaruhi 5%-7% dari populasi. Namun masih perlu diteliti lagi efek samping dari terapi ini. 

Mikroba Pembersih Limbah Nuklir Bisa Hasilkan Listrik

Mikroba Pembersih Limbah Nuklir Bisa Hasilkan Listrik

Mikroba Pembersih Limbah Nuklir Bisa Hasilkan Listrik

energi terbarukan,limbah nuklir,bakteriGeobacter.org
Geobacter, sejenis mikroba yang biasa digunakan untuk membersihkan sisa-sisa uranium ternyata mampu menghasilkan listrik. Ia melakukannya sambil membersihkan limbah nuklir itu dan logam beracun lainnya. Temuan ini bisa membawa manfaat besar bagi situs-situs terkontaminasi limbah nuklir di masa depan.

Kunci dari penemuan tersebut adalah mengidentifikasi pili konduktif (nanowire atau bagian serupa rambut yang ada di luar Geobacter) yang melakukan aktivitas itu. Nanowire itu juga ternyata berfungsi sebagai pelindung bagi Geobacter dan memungkinkan sang bakteri hidup di lingkungan beracun.

Efektivitas pembuatan listrik Geobacter sendiri sudah teruji saat ia membersihkan situs pengolahan uranium di Rifle, Colorado, Amerika Serikat. Pada uji coba, peneliti menyuntikkan asetat ke dalam air tanah yang sudah terkontaminasi. Berhubung zat yang disuntikkan itu merupakan makanan favorit para Geobacter, ia kemudian memicu tumbuhnya komunitas Geobacter di tanah, yang pada akhirnya beramai-ramai membersihkan uranium.

Gemma Reguera, mikrobiolog asal Michigan State University dan tim peneliti yang melakukan studi berhasil melakukan perubahan genetik terhadap Geobacter dengan meningkatkan produksi nanowire. Nanowire yang telah dimodifikasi ini mampu meningkatkan efisiensi kemampuan bakteri dalam melumpuhkan uranium secara proporsional sesuai jumlah nanowire serta meningkatkan kelangsungan hidupnya sebagai sel katalitik.

“Temuan kami secara jelas mengidentifikasi nanowire sebagai katalis utama untuk pengurangan uranium,” kata Reguera. “Intinya, mereka melakukkan electroplating dengan uranium secara alami, melumpuhkan material radioaktif dan mencegahnya bocor ke air tanah,” ucapnya.

Reguera telah mengajukan paten untuk mendukung risetnya, yang diharapkan dapat mendorong pengembangan bahan bakar mikrobial yang mampu menghasilkan listrik sambil membersihkan sisa-sisa bencana lingkungan. (Sumber: Science2.0)

Lima Makhluk Hidup Paling Ekstrem di Dunia

Lima Makhluk Hidup Paling Ekstrem di Dunia

Senin, 5 Agustus 2013 | 22:20 WIB

Tardigrade pada lumut. | NASA

Selama ini, manusia mungkin merasa sebagai makhluk hidup paling kuat yang ada di bumi. Tetapi, ternyata terdapat beberapa makhluk hidup lain yang terbukti jauh lebih kuat daripada manusia.

Makhluk-makhluk hidup ini dijuluki "extremophiles". Mereka mampu bertahan hidup di lingkungan yang sangat panas, dingin, kering, asin, asam, basa, bertekanan tinggi, atau mengandung radioaktif.

Berikut ini adalah lima makhluk extremophiles seperti dirangkum NationalGeographic.com.

Tardigrade dan tiaras

Berukuran sekitar 1 milimeter, tardigrade termasuk dalam jenis polyextremophile dan mampu hidup dalam berbagai kondisi ekstrem.

Tardigrade dapat bertahan dalam rentang suhu -200 derajat celsius hingga 151 derajat celsius, bertahan di lingkungan kurang air dan oksigen serta dalam kondisi alkohol yang mendidih. Makhluk ini juga ribuan kali lebih tahan terhadap paparan radiasi dibandingkan manusia. 

Tardigrade bertahan hidup dengan berubah menjadi cryptobiosis ketika berada di lingkungan yang tidak mendukung. Bentuk ini membuatnya "mati suri" karena beberapa sistem tubuhnya, seperti metabolisme, mati sementara. Kondisi ini bisa berlangsung puluhan tahun.

Udang Air Asin

3QuarksmediaUdang air asin

Udang air asin adalah halofil makhluk yang hidup di The Great Salk Lake, Utah. Tempat hidup makhluk ini memiliki kandungan garam sepuluh kali lipat lebih banyak daripada samudra.

Kemampuan udang air asin untuk bertahan hidup di tempat ekstrem ditunjang oleh tubuhnya. Udang ini memiliki bagian luar tubuh yang kedap air sehingga menguntungkan karena air asin hanya bisa masuk melalui mulutnya.

Makhluk ini bahkan memiliki dua "pompa", insang dan kelenjar khusus pada leher, yang mampu menyaring garam dan membuat kandungan garam di tubuhya tetap seimbang.

Udang air asin juga memiliki tiga jenis hemoglobin, protein yang berguna untuk mengikat oksigen dalam darah, yang jumlahnya akan meningkat seiring dengan peningkatan kandungan garam di dalam air.

Cacing Es Metana

NOAACacing es metana

Cacing es metana sekilas mirip dengan alien. Makhluk ini ditemukan pada tahun 1997 di dasar laut Teluk Meksiko.

Makhluk datar, berwarna merah muda, dan sepanjang dua inci ini ditemukan bersembunyi dalam gundukan metana. Mereka diduga juga hidup pada bakteri yang tumbuh pada metana.

Dalam sebuah penelitian, diketahui bahwa cacing ini memiliki rambut tipis yang tumbuh di sekitar tubuhnya.

Cacing es metana bertahan hidup dengan ganggang dan mirip cacing. Namun, sistem reproduksi, metabolisme, dan pertumbuhannya seakan sudah "dirancang" untuk dapat bertahan hidup dalam lingkungan yang beku.

Ia dapat bertahan hidup dalam suhu nol derajat celsius, tetapi bisa mencair dan mati ketika suhu meningkat menjadi empat derajat celsius.

Mikroba Rushing Fireball

mst.eduPyrococcus furiosus

Mikroba rushing fireball adalah makhluk yang mampu bertahan dalam kondisi panas ekstrem. Makhluk ini masih mampu hidup meskipun berada dalam panas 100 derajat celsius.

Makhluk bernama Pyrococcus furiosus ini pertama kali ditemukan oleh Karl Stetter di geotermal panas sedimen laut di Vulcano Island, Italia.

Russell mcLendon dalam Mother Earth News melaporkan bahwa para peneliti kini tengah mengembangkan jenis mikroba rushing fireball yang mampu bertahan di kondisi lebih dingin serta memiliki "selera" terhadap karbondioksida. Makhluk tiruan ini nantinya akan dimanfaatkan untuk menjadi bahan bakar.

Bakteri Tahan Radiasi

NASADienococcus radiodurans

Bakteri tahan radiasi itu adalah Dienococcus radiodurans. Bakteri ini ditemukan hampir lima puluh tahun yang lalu dalam sebuah daging yang sudah disterilkan dengan radiasi.

Ketika terpapar radiasi, tubuh Dienococcus radiodurans akan pecah, tetapi ia akan mampu kembali lagi ke bentuk semula.

Guiness World Record mencatat bakteri yang juga disebut mikroba Lazurus ini sebagai makhluk hidup paling tahan radiasi. Makhluk ini mampu menahan paparan radiasi 3.000 kali lebih banyak dari yang mampu diterima manusia.

Bakteri tahan radiasi ini kini tengah dikembangkan oleh para peneliti. Mereka memikirkan kemungkinan memanfaatkan bakteri ini untuk melindungi manusia dari paparan radiasi yang berasal dari kemoterapi dan sinar Matahari.

Ditemukan, Mineral Baru Sepadat Berlian

Ditemukan, Mineral Baru Sepadat Berlian


Mineral baru ini ditemukan di pegunungan kawasan Cina di dalam batu-batuan yang kaya akan chromium yang berasal dari kerak paleooceanic

mineral(Ilustrasi, Thinkstock)
Geolog asal University of California (UC), Riverside, Amerika Serikat telah menemukan satu jenis mineral baru, yakni cubic boron nitride, yang mereka beri nama "qingsongite". Sebenarnya mineral tersebut pertama kali ditemukan pada tahun 2009, namun baru mendapatkan pengakuan sebagai sebuah mineral baru dari International Mineralogical Association, pekan ini.
Larissa Dobrzhinetskaya dan Harry Green, keduanya geolog dari UC Riverside, dibantu oleh ilmuwan asal Lawrence Livermore National Laboratory, University of Maine, dan berbagai institusi asal Cina dan Jerman saat menemukan mineral tersebut.
"Keunikan dari qingsongite adalah bahwa ia merupakan mineral boraks pertama yang didapati terbentuk pada kondisi ekstrem jauh di perut bumi," kata Dobrzhinetskaya. "Mineral boraks jenis lainnya biasanya ditemukan di permukaan Bumi," ucapnya.
Mineral baru ini sendiri ditemukan di selatan Tibet pegunungan kawasan Cina di dalam batu-batuan yang kaya akan chromium yang berasal dari kerak paleooceanic. Lapisan ini pernah terhimpit hingga kedalaman 300 kilometer, direkristalisasi di sana dengan temperatur sekitar 1.300 derajat Celcius, serta tekanan hingga 118.430 atmosfer.
"Sekitar 180 juta tahun lalu, bebatuan tersebut kembali ke permukaan Bumi akibat proses tektonik yang mengakibatkan penutupan samudra Paleo-Thethys, sebuah samudra purba di masa Paleozoic, dan bertumbuknya India dengan lempeng Asia," jelas Dobrzhinetskaya.
Cubic boron nitride, yang pertama kali dibuat di laboratorium pada tahun 1957, dikenal sebagai material penting untuk teknologi. Alasannya adalah karena struktur atomnya memiliki kesamaan dengan ikatan karbon pada berlian. Ia punya kepadatan yang sangat tinggi dan bisa memiliki kekuatan yang sama dengan berlian.
Sampai saat ini, sudah lebih dari 4.700 jenis mineral yang diketahui, dan sekitar 100 proposal untuk mineral baru diajukan ke International Mineralogical Association untuk mendapatkan pengakuan.
Qingsongite sendiri berasal dari nama Qingsong Fang (1939-2010), seorang profesor dari Institute of Geology, the Chinese Academy of Geological Sciences, yang pertama kali menemukan berlian di bebatuan kaya chromium di Tibet, akhir 1970-an. Ia juga berkontribusi atas empat temuan mineral baru.

hujan meteor terbaik 2013

-Dalam sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh NASA's Meteor Environment Office, hujan meteor Perseids adalah hujan meteor yang paling banyak memancarkanbola api yang dapat dilihat dengan rata-rata lebih dari 60 meteor/jam.Hujan meteor ini mencapai puncaknya pada tanggal 12 dan 13 Agustus 2013.http://astronesia.blogspot.com/

Nama Perseids berasal dari nama Rasi bintang Perseus karena hujan meteor ini seolah-olah berasal dari arah Rasi Bintang Parseus. Kecepatan meteor tersebut kira-kira 60 kilometer per jam, dan memiliki kilatan meteor yang terang dengan cahaya yang panjang.Meteor-meteor Perseid tersebut berasal dari serpihan debu ekor komet 109P/Swift-Tuttle yang masuk ke atmosfer Bumi. Komet tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1862 itu mengelilingi Matahari setiap 130 tahun sekali. Setiap pertengahan bulan Agustus, Bumi melintasi orbitnya yang mengandung sisa-sisa ekornya yang ditinggalkan.

bintang neutron

bintang neutron

Peristiwa bintang meledak atau supernova SN 2012aw di galaksi spiral M95 menggamit minat banyak orang guna mempelajarinya. Sebagian mengamati bintang yang meledak itu secara langsung, entah menggunakan teleskop besar yang berpangkalan di Bumi maupun memanfaatkan beragam teleskop antariksa yang saat ini masih bertugas aktif sembari mengorbit Bumi. Sementara sebagian lainnya berkutat menggali timbunan arsip digital yang pernah dihasilkan oleh teleskop–teleskop tersebut ataupun yang segenerasi dengannya. Sehingga, meski supernova telah diketahui manusia (secara tidak sengaja) sejak hampir 10 abad silam dan penjelasan terhadap fenomena ini telah berkembang pesat dalam seabad terakhir, seiring perkembangan relativitas umum dan mekanikan kuantum dalam fisika, peristiwa supernova kontemporer seperti halnya SN 2012aw menyediakan kesempatan lebih besar bagi kita untuk menyaksikan secara langsung bagaimana sebuah bintang biasa bertransformasi menjadi benda langit nan eksotik.
Berdasarkan data–data yang berjibun banyaknya di Arsip Warisan Hubble, diketahui kalau bintang induk supernova SN 2012aw sempat terekam lewat mata tajam instrumen Wide Field and Planetary Camera 2 (WFPC 2) teleskop antariksa Hubble antara bulan Desember 1994 hingga Januari 1995. Bintang yang sama juga terekam lewat teleskop antariksa Chandra, yang bekerja pada spektrum sinar–X, pada 2005 silam.
Bintang induk tersebut amat redup, dengan tingkat terang +27 sehingga hanya nampak sebagai bintik putih samar dalam citra WFPC 2. Sebagai pembanding, planet kerdil Pluto saja (yang amat sulit dilihat, bahkan dari observatoriumseperti Bosscha sekalipun) tingkat terangnya masih +14. Sehingga bintang induk SN 2012aw adalah 159 ribu kali lebih redup ketimbang Pluto. Amat besarnya jarak antara Bumi dengan bintang induk SN 2012aw ini, sehingga seberkas cahaya dari bintang itu butuh waktu 32,6 juta tahun hingga tiba di Bumi, membuat bintang itu terlihat amat redup. Padahal sejatinya bintang induk SN 2012aw adalah sebuah bintang maharaksasa yang berkali–kali lipat lebih besar ketimbang Matahari. Kini kita mengetahui, sebelum menjadi supernova, bintang induk SN 2012aw adalah 8 kali lebih berat ketimbang Matahari dan memancarkan energi 1.800 kali lebih besar ketimbang Matahari. Ukuran–ukuran tersebut menempatkan bintang ini sebagai bintang maharaksasa merah (red giant) yang dikenal memiliki suhu rendah. Suhu permukaan bintang ini sekitar 3.670 derajat Celcius, lebih rendah dibanding Matahari kita yang mencapai 6.000 derajat Celcius.
Setelah menjadi supernova SN 2012aw, terjadi peningkatan tingkat terang hingga hampir 14 magnitudo, yang setara dengan peningkatan pelepasan energi hingga sebesar 300 ribu kali lipat dibanding semula. Pantauan teleskop antariksa Chandra memastikan supernova tersebut memiliki suhu sangat tinggi, hingga lebih dari 1 milyar derajat Celcius. Supernova ini juga dipastikan merupakan supernova tipe II, yang merupakan tahap transformasi dari sebuah bintang maharaksasa merah menjadi bintang neutron yang eksotik.
Apa sih bintang neutron itu?
Bintang neutron adalah sebuah benda langit eksotik yang sangat kecil (diameter hanya 10 sampai 15 km saja) namun amat sangat padat. Setetes materi bintang neutron dengan volume ‘hanya’ 1 mililiter memiliki berat lebih dari 100 juta ton. Bintang neutron juga dikenal memiliki rotasi yang amat cepat sehingga mampu menyelesaikan satu putaran dalam tempo kurang dari 1 detik. Beberapa bintang neutron bahkan berputar hanya dalam orde milidetik. Selain itu bintang neutron juga memiliki medan magnet teramat kuat, yakni antara 200 juta hingga 20 trilyun kekuatan medan magnet Bumi. Demikian kuatnya medan magnet ini sehingga mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya (yang umumnya berupa awan gas dan debu sisa ledakan bintang) dan memasok mayoritas energi kedalamnya.
Bagaimana obyek seaneh bintang neutron bisa ada di jagat raya?
Segala berawal dari bintang. Dalam perspektif pengetahuan terkini, sebuah bintang bisa eksis di jagat raya sebagai akibat dari berlakunya keseimbangan antara dua gaya yang saling bertolak–belakang. Gaya yang pertama adalah gaya gravitasi, yang cenderung memaksa sebuah bintang untuk terus mengecil (mengerut). Sementara gaya yang kedua adalah gaya tekan akibat tekanan radiasi yang cenderung memaksa sebuah bintang untuk terus membesar (meluas). Ironisnya kedua gaya yang bertolak–belakang itu sama–sama dihasilkan oleh materi didalam bintang itu sendiri.
Awalnya yang donminan adalah gaya gravitasi, yang memaksa sebuah bakal bintang (protobintang) untuk terus mengerut sehingga materi didalamnya menjadi termampatkan. Karena termampatkan demikian kuat, materi itu mengalami pemanasan hebat sehingga timbullah mekanisme Kelvin–Helmholtz yang membuat suhu bakal bintang, khususnya bagian pusatnya, melonjak hebat sekaligus memeras habis elektron–elektron tiap atom materi. Sehingga bakal bintang kini lebih merupakan campuran inti–inti atom dan elektron bebas. Secara alami inti–inti atom bersifat tolak–menolak karena muatan positifnya. Namun pada titik tertentu, yakni dalam suhu lebih dari 10 juta derajat Celcius, energi tiap inti atom mampu mengalahkan gaya tolak–menolaknya. Sehingga inti–inti atom dapat bergabung menjadi satu dan membentuk inti atom baru yang lebih berat.
Inilah reaksi fusi termonuklir, yang melepaskan energi besar sehingga menjaga tingginya suhu yang diperlukan bagi keberlangsungannya. Reaksi ini menghasilkan sinar gamma yang radioaktif dan melesat menjauhi inti dalam jumlah yang amat luar biasa, sehingga menghasilkan tekanan radiasi yang mampu mengimbangi pengerutan akibat gravitasi.
Sebuah bintang umumnya ‘membakar’ Hidrogen untuk diubah menjadi Helium dalam reaksi fusi termonuklirnya, baik secara langsung maupun tak langsung. Meski jumlah Hidrogen dalam bintang terbatas, namun sebuah bintang secara mengagumkan tetap mempertahankan dirinya dengan ‘membakar’ Helium menjadi unsur yang lebih berat, seperti Karbon, agar tekanan radiasinya tetap terjaga. Masalahnya, bagaimana jika Helium pun sudah habis dimasak?
Disinilah garis nasib antara bintang–bintang kurus (yakni yang massanya kurang dari 8 kali Matahari kita) dengan bintang–bintang gendut mulai berbeda. Begitu Helium–nya habis, bintang gendut segera mulai membakar Karbon menjadi Oksigen. Begitu Karbon habis, giliran Oksigen dibakar menjadi Silikon. Dan demikian pula saat Oksigen habis, giliran Silikon yang dibakar menjadi Besi. Setiap tahap pembakaran unsur–unsur tersebut diikuti dengan naiknya kepadatan inti bintang sebesar rata–rata 100 kali lipat nilai semula. Sehingga tatkala Silikon mulai dibakar, kepadatan inti bintang telah mencapai orde 100 ton per mililiter, atau meningkat sejuta kali lipat di atas kepadatan inti Matahari.
Masalah lebih pelik muncul kala Silikon habis terbakar. Reaksi fusi termonuklir tidak mungkin membakar Besi menjadi unsur yang lebih berat lagi, karena pembakaran Besi bersifat endotermik (menyerap lebih banyak energi dibanding yang bisa dihasilkannya). Sehingga reaksi fusi termonuklir pun terhenti. Akibatnya, gravitasi kembali membuat bintang mengerut dan terus mengerut. Ini menyebabkan kepadatan inti bintang meningkat sekaligus menaikkan energi sinar gamma dalam bintang. Akibatnya terjadilah fotodisosasi, dimana sinar gamma mulai memecahkan Besi menjadi unsur–unsur yang lebih ringan secara terus menerus sehingga akhirnya terbentuk Helium. Helium pun akhirnya terurai menjadi proton dan neutron.
Pengerutan menyebabkan sisa–sisa Hidrogen dan Helium yang masih ada terbakar dengan kecepatan reaksi sangat tinggi, jauh di atas normal. Terjadilah ledakan superdahsyat yang melepaskan energi teramat besar dalam sekejap. Inilah supernova tipe II. Dalam kasus SN 2012aw, energi yang dilepaskan setara dengan 540 juta kali lipat energi Matahari kita, padahal energi Matahari tiap detiknya saja sudah setara dengan ledakan 4,6 trilyun butir bom nuklir Hiroshima.
Ledakan yang teramat dahsyat itu melemparkan bagian–bagian bintang yang semula adalah lapisan terluar dan selubung hingga terhempas menjadi remah–remah mikro dan melejit menjauhi lokasi ledakan dengan kecepatan amat tinggi. Pada saat yang sama, inti bintang tetap melanjutkan pengerutan akibat gravitasi sehingga tercapai kepadatan demikian tinggi yang membuat tiap butir elektron memiliki energi lebih dari cukup guna bergabung dengan proton hingga akhirnya membentuk neutron. Reaksi pembentukan neutron adalah juga reaksi endotermis, sehingga dalam kondisi normal takkan dapat terjadi. Inilah yang membuat hampir seluruh bagian pada sisa inti bintang yang telah meledak itu berubah menjadi neutron. Gaya ikat antar neutron kini menjadi pembatas baru yang menghentikan bencana pengerutan lebih lanjut akibat gravitasi bintang induknya.
Sebuah bintang neutron tak mungkin memiliki massa lebih besar dari 1,44 kali lipat Matahari kita (angka ini dikenal sebagai batas Chandrasekhar). Faktanya, massa bintang–bintang neutron yang telah kita ketahui berada dalam rentang antara 1,25 hingga 1,44 kali lipat Matahari. Namun bintang gendut yang menjadi induk bintang neutron haruslah seberat 8 hingga 12 kali lipat Matahari. Dengan demikian, dalam sebuah peristiwa supernova tipe II, sebagian besar massa bintang gendut yang menjadi induknya terlempar keluar menjadi remah–remah sisa ledakan.
Transformasi sebuah bintang gendut menjadi bintang neutron diiringi dengan perubahan radikal periode rotasinya sebagai akibat amat kecilnya ukuran bintang neutron. Sebuah bintang neutron hanya memiliki jari–jari antara 10 hingga 15 km saja. Maka jika sebuah bintang gendut berjari–jari 100 juta km dan massa 8 kali lipat Matahari dan periode rotasi 100 hari berubah menjadi bintang neutron dengan massa 1,4 kali lipat Matahari dan jari–jari 10 km, periode rotasinya menyusurt drastis jadi tinggal 15 milidetik. Interaksi antara cepatnya rotasi bintang neutron dengan besarnya medan magnetiknya menghasilkan pancaran gelombang elektromagnetik terfokus yang turut berotasi cepat, sehingga kita menyaksikannya sebagai kelipan/denyutan. Inilah bintang berdenyut pulsar (pulsating star). Dengan ukuran demikian kecil sementara massanya demikian besar, kuat medan gravitasi (percepatan gravitasi) di permukaan bintang neutronamat besar hingga lebih dari 100 milyar kali lipat percepatan gravitasi di Bumi.
Bagaimana kita berkenalan dengan bintang neutron?
Bintang neutron selalu identik dengan supernova tipe II. Per teori, bintang neutron baru disadari pada abad ke–20 seiring perkembangan pesat fisika yang bertumpu pada dua puncak modern: relativitas umum dan mekanika kuantum. Seorang Subrahmanyan Chandrasekhar menghabiskan waktu pelayarannya di akhir dekade 1920–an dari India ke Inggris (guna menempuh studi di London) dengan menghitung kemungkinan–kemungkinan mengerutnya bintang berdasarkan perspektif relativitas umum. Pada titik inilah ia menemukan batas Chandrasekhar, yang amat menghebohkan dunia ilmiah saat itu.
Walter Baade dan Fritz Zwicky juga memikirkan hal serupa, namun mereka lebih berkonsentrasi pada peristiwa supernova. Namun baru pada 1967, lewat tangan dingin Jocelyn Bell Burnell dan Anthony Hewish di Inggris, bintang neutron pertama menguakkan dirinya sebagai pulsar dengan periode rotasi 1,337 detik. Dan setahun berikutnya pulsar yang memancarkan cahaya tampak pun ditemukan di dalam pusat Nebula Kepiting yang terkenal itu, dengan periode rotasi hanya 33 milidetik.
Observasi Pertama kali terhadap Bintang Neutron dalam cahaya Tampak. Bintang Neutron yang ditunjukkan pada panah putih adalah bintang RX J185635-3754. Credit:en.wIkipedia.org
Namun peristiwa yang menyebabkan terbentuknya bintang neutron, yakni supernova tipe II, sudah dikenali manusia jauh hari sebelumnya (meski tanpa sengaja). Pada 4 Juli 1054, sebuah bintik cahaya yang sangat terang teramati muncul di langit pada rasi Taurus. Demikian terangnya (dengan tingkat terang antara –4 hingga –7,5 atrau lebih terang dibandingVenus) sehingga bintik cahaya tersebut masih tetap bisa dilihat bahkan di siang bolong hingga 27 Juli 1054. Pemandangan ini segera menarik perhatian astronom–astronom kuno di Cina, Jepang, Abbasiyah (Irak), Armenia, Italia dan Amerika Utara. Astronom era Abbasiyah mencatat bintik cahaya terang itu bertahan selama 40 hari di langit, sementara astronom Cina mencatatnya lebih lama lagi karena bertahan hingga 17 April 1056 sebelum kemudian lenyap dari pandangan mata. Pada saat itu tak ada yang tahu benda langit apakah yang menimbulkan bintik cahaya seterang itu.
Pada 1731 John Bevis, astronom amatir Inggris, menemukan sebentuk kabut gas dan debu (nebula) yang samar dan menyerupai nyala api lilin di rasi Taurus. Seabad kemudian, barulah nebula ini mendapatkan namanya yang terkenal :Nebula Kepiting. Namun baru pada 1968–lah sebuah pulsar ditemukan di pusat Nebula Kepiting, awalnya dideteksi lewat teleskop radio Arecibo dan kemudian menyusul dengan teleskop optik.
Nebula Kepiting menyajikan pemandangan hampir lengkap tentang bagaimana nasib sebuah bintang gendut pasca peristiwa supernova. Gas–gas berwarna merah dan kehijauan di bagian pinggir nebula merupakan representasi lapisan–lapisan terluar bintang gendut yang menjadi induk supernova. Remah–remah bintang gendut ini mengembang dengan kecepatan 2.500 km/detik. Sementara gas–gas berwarna kebiruan di bagian tengah dan pusat nebulamerepresentasikan elektron–elektron yang dipercepat oleh medan magnetik bintang neutron yang amat kuat sehingga melejit dengan kecepatan setara setengah kecepatan cahaya. Sebagai pembanding, di Bumi kita takkan pernah menyaksikan elektron–elektron secepat itu, kecuali dalam instrumen pemercepat partikel (akselerator) yang dikenal sebagai sinkrotron. Pantauan teleskop antariksa Hubble menunjukkan konsentrasi elektron–elektron yang berkecepatan sangat tinggi itu berada di daerah berbentuk lingkaran yang berjari–jari 0,1 hingga 1 tahun cahaya dari bintang neutron–nya.
Bagaimana jika bintang neutron berada di dekat kita?
Bintang neutron memang berasal dari bintang biasa, namun tak semua bintang mampu bertransformasi menjadi bintang neutron di akhir hayatnya. Matahari kita misalnya, takkan pernah bisa menjadi bintang neutron karena tergolong bintang kurus. Berakhirnya pembakaran Helium pada Matahari kelak hanya akan diikuti dengan mengerutnya Matahari hingga seukuran Bumi kita tanpa dibarengi oleh peristiwa supernova.
Jika sebuah bintang gendut yang berdekatan dengan tata surya kita bertransformasi menjadi bintang neutron melalui peristiwa supernova, sedikitnya ada dua konsekuensi bagi Bumi kita. Yang pertama, supernova tersebut akan menjadikan langit malam yang benderang. Mari gunakan bintang Betelgeuse di rasi Orion yang berjarak 430 tahun cahaya dari Bumi kita sebagai contoh kasus. Bintang ini merupakan bintang maharaksasa merah yang telah mencapai tahap bintang variabel, yakni tahap terakhir sebelum menjadi supernova tipe II. Sebagai bintang variabel, Betelgeusemengembang dan mengerut secara teratur sehingga pancaran cahayanya pun naik–turun secara teratur pula. JikaBetelgeuse meledak sebagai supernova tipe II, maka kenaikan energinya yang amat dramatis akan menjadikan langit malam benderang layaknya malam dengan Bulan purnama. Malam yang terang benderang ini akan bertahan hingga waktu tertentu, mungkin sebulan atau bahkan enam bulan berturut–turut.
Konsekuensi kedua lebih tak kasat mata dibanding yang pertama, namun dampaknya lebih panjang. Selain cahaya, supernova sebenarnya melepaskan energinya dalam seluruh spektrum gelombang elektromagnetik, mulai dari yang terpanjang hingga yang terpendek. Termasuk didalamnya adalah spektrum sinar–X dan sinar gamma, dua jenis sinar yang dikenal bersifat radioaktif karena mampu membentuk ion–ion dari materi yang tersinarinya. Di atmosfer Bumi, pancaran sinar X dan gamma dalam batas intensitas tertentu mampu memecahkan molekul–molekul Nitrogen dan Oksigen untuk kemudian membentuk oksida nitrogen (NOx) dalam rangkaian reaksi yang kompleks. NOx merupakan molekul aktif, yang jika bereaksi dengan molekul berstabilitas rendah seperti Ozon (O3) mampu memecahkannya sehingga terbentuk Nitrogen dioksida (NO2) dan gas Oksigen (O2). Sehingga sinar–X dan gamma yang menembus atmosfer berpeluang merusak lapisan Ozon.
Normalnya, pancaran sinar–X dan gamma yang menembus atmosfer Bumi berasal dari Matahari dengan jumlah sangat kecil sehingga reaksi perusakan Ozon tidak terjadi. Situasinya berbeda jika sinar–X dan gamma tersebut berasal dari supernova tipe II. Dengan suhu yang sangat tinggi (mencapai lebih dari semilyar derajat Celcius), maka spektrum gelombang elektromagnetik yang dipancarkan supernova tipe II akan lebih didominasi oleh sinar–X dan gamma, dengan puncak pada panjang gelombang 0,03 Angstrom untuk suhu semilyar derajat Celcius. Akibatnya intensitas sinar–X dan gamma yang diterima atmosfer Bumi kita dari sebuah supernova tipe II akan cukup besar sehingga tidak hanya mampu merusak lapisan Ozon, namun bahkan memusnahkannya tanpa sisa.
Diperhitungkan, supernova tipe II yang terjadi pada bintang gendut dengan jarak kurang dari 26 tahun cahaya mampu memusnahkan seluruh bagian lapisan Ozon di Bumi kita. Sebagai gambaran, saat terjadi peristiwa supernova tipe II di tahun 1054 itu, sempat terjadi kerusakan lapisan Ozon di atmosfer Bumi, yang diindikasikan dari meningkatnya konsentrasi gas–gas oksida nitrogen yang terjebak di lembaran–lembaran es Greenland dan Antartika. Padahal supernova itui berlangsung pada jarak 6.000 tahun cahaya dari Bumi kita.