Showing posts with label bojonegoro. Show all posts
Showing posts with label bojonegoro. Show all posts

Keren !!!, Inilah Kegiatan RTIK Bojonegoro Setiap minggu

Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi atau biasa di sebut RTIK merupakan organisasi bentukan pemerintah yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pemberdayaan teknologi dalam kehidupan sehari hari. Organisasi ini berada di bawah naungan dinas kominfo.

di Bojonegoro sendiri RTIK berdiri pada 2013 lalu atau sudah 5 tahun berdiri (nggak capek ya berdiri selama 5 tahun hehehe ). RTIK Bojonegoro sendiri sering mengadakan pengedukasian kepada masyarakat entah itu dalam bentuk pelatihan, penyuluhan ataupun seminar.

minggu ini RTIK Bojonegoro mengadakan pelatihan Jurnalistik dan KeHumasan yang di adakan di base camp RTIK Bojonegoro yaitu di Jl.  Kyai Mojo No.36 Bojonegoro. Aacara tersebut merupakan kelanjutan acara minggu lalu. Acara pelatihan Jurnalistik dan KeHumasan tersebut  di narasumberi oleh Bripka Ahmad Wahyudi, SH dari Polres Bojonegoro dan Nova Wijaya Blogger dan Pengurus Relawan TIK Bojonegoro. Acara tersebut banyak di hadiri oleh muda mudi dari berbagai daerah di Bojonegoro dan sekitarnya.

Dalam bahasan materi yang penulis (cie penulis) dapat kali ini sangat banyak, mulai dari etika Humas, cara yang baik dan benar jadi Humas dan masih banyak deh pokoknya. Salah satu bahasan materi yang di sampaikan dalam acara tersebut adalah etika dalam ber-jur-na-lis-tik, jadi di jurnalistik itu ada etikanya juga, nggak asal tulis, lalu di kasih judul "HEBOH!!1!1!, VIRALKAN!1!!1!, SEBARKAN!1!1". Etika dalam Jurnalistik itu salah satunya adalah kejelasan informasi yang di dapat sebelum tulisan itu di buat. Kan sekarang banyak tuh artikel-artikel dengan sumber yang nggak jelas asal usul nya dan nggak jelas juga siapa yang buat. Jadi intinya pelatihan ini sangat bermanfaat bagi penulis(cie penulis lagi).

Yah mungkin itu sedikit ulasan dari kegiatan pelatihan Jurnalistik dan KeHumasan yang di adakan RTIK Bojonegoro, mungkin kapan" bakalan di ulas lagi  kegiatan yang lain. oke sekian ADIOSS!!!

Oh ya ini saya kasih gambar pamflet nya ea

Sejarah Bojonegoro

Sejarah Bojonegoro

Sejarah Kabupaten Bojonegoro

Masa kehidupan sejarah Indonesia kuno ditandai oleh pengaruh kuat kebudayaan Hindu yang datang dari India sejak abad I yang membedakan warna kehidupan sejarah Indonesia jaman Madya dan jaman Baru. Sedangkan Bojonegoro masih dalam wilayah kekuasaan Majapahit, sampai abad XVI ketika runtuhnya kerajaan Majapahit, kekuasaan pindah ke Demak, Jawa Tengah. Bojonegoro menjadi wilayah kerajaan Demak, sehingga sejarah Bojonegoro kuno yang bercorak Hindu dengan fakta yang berupa penemuan-penemuan banyak benda peninggalan sejarah asal jaman kuno di wilayah hukum Kabupaten Bojonegoro mulai terbentuk. Slogan yang tertanam dalam tradisi masyarakat sejak masa Majapahit “sepi ing pamrih, rame ing gawe” tetap dimiliki sampai sekarang.
Bojonegoro sebagai wilayah kerajaan Demak mempunyai loyalitas tinggi terhadap raja dan kerajaan. Kemudian sehubungan dengan berkembangnya budaya baru yaitu Islam, pengaruh budaya Hindu terdesak dan terjadilah pergeseran nilai dan tata masyarakat dari nilai lama Hindu ke nilai baru Islam tanpa disertai gejolak. Raden Patah, Senopati Jumbun, Adipati Bintoro, diresmikan sebagai raja I awal abad XVI dan sejak itu Bojonegoro menjadi wilayah kedaulatan Demak. Dalam peralihan kekuasaan yang disertai pergolakan membawa Bojonegoro masuk dalam wilayah kerajaan Pajang dengan raja Raden Jaka Tinggkir Adipati Pajang pada tahun 1568.
Pangeran Benawa, putra Sultan Pajang, Adiwijaya merasa tidak mampu untuk melawan Senopati yang telah merebut kekuasaan Pajang 1587. Maka Senopati memboyong semua benda pusaka kraton Pajang ke Mataram, sehingga Bojonegoro kembali bergeser menjadi wilayah kerajaan Mataram. Daerah Mataram yang telah diserahkan Sunan Amangkurat kepada VOC berdasarkan perjanjian, adalah pantai utara Pulau Jawa, sehingga merugikan Mataram.
Perjanjian tahun 1677 merupakan kekalahan politik berat bagi Mataram terhadap VOC. Oleh karena itu, status kadipaten pun diubah menjadi kabupaten dengan wedana Bupati Mancanegara Wetan, Mas Toemapel yang juga merangkap sebagai Bupati I yang berkedudukan di Jipang pada tanggal 20 Oktober 1677.
Maka tanggal, bulan dan tahun tersebut ditetapkan sebagai HARI JADI KABUPATEN BOJONEGORO. Pada tahun 1725 Susuhunan Pakubuwono II naik tahta. Tahun itu juga Susuhunan memerintahkan agar Raden Tumenggung Haria Mentahun I memindahkan pusat pemerintahan kabupaten Jipang dari Padangan ke Desa Rajekwesi. Lokasi Rajekwesi ± 10 Km di selatan kota Bojonegoro. Sebagai kenangan pada keberhasilan leluhur yang meninggalkan nama harum bagi Bojonegoro, tidak mengherankan kalau nama Rajekwesi tetap dikenang di dalam hati rakyat Bojonegoro sampai sekarang.